line

Article

Tuhan turut Bekerja

Akhir bulan lalu, saya mendaftarkan diri untuk bergabung di tempat fitness yang dekat dari kantor. Sudah lama sebenarnya ingin bergabung tetapi karena kendala waktu dan jarak yang cukup jauh dari rumah, membuat hati enggan untuk mendaftar. Tetapi tiap kali melihat teman-teman pergi fitness sepulang kerja, sungguh membuat keinginan bergabung menjadi bertambah besar. Kalau dipikirkan lagi, heran juga , kok akhirnya saya bersedia bergabung menjadi member. Padahal banyak sekali yang menjadi pertimbangan, pertama karena peraturan three in one yang berlaku di daerah tempat saya bekerja menuju tempat fitness tersebut. Terus terang saja, agak repot kalau mau pergi fitness sepulang kerja tanpa dua orang yang bisa dijadikan joki. Alasan kedua ialah jarak yang cukup jauh dari rumah.  Jauh dari rumah bikin gue malas pergi nggak, ya ? begitu tanya saya dalam hati.

Semakin dipikir kepala semakin pusing, kesulitan yang dipikirkan jadi big problem sampai akhirnya keputusan sulit diambil. Gawat benar, kalau untuk masalah begini saja saya sudah nggak tahan memikirkannya apalagi masalah lain. Seperti biasa kalau sedang ada masalah, saya selalu bawa dalam doa sebelum tidur. Malam itu sebelum tidur, saya ambil waktu untuk berpikir dengan tenang dan berdoa. Tidak tahu mengapa, firman Tuhan dalam Roma 8 : 28  terlintas di kepala  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.   Sudah sering saya mendengar ayat tersebut dan biasanya dari kalimat Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, hanya tiga kata terakhir yang menjadi rhema. Tetapi kali ini yang menjadi rhema bagi saya adalah tiga kata pertama yaitu : Allah turut bekerja. Saya jadi teringat dengan perkataan dari seorang hamba Tuhan, Jika Allah turut bekerja, itu artinya kita juga bekerja. Lama sekali saya merenungkan kalimat tersebut. Ternyata selama ini, sayalah yang selalu mengharapkan Tuhan untuk bekerja, artinya melakukan apa saja untuk saya. Saya terlalu khawatir kalau Tuhan tidak melakukan apa-apa. Tanpa disadari ketika berdoa pun, saya yang selalu minta Tuhan untuk menolong, menjaga, memberkati dan memelihara hidup saya.

Ada hal yang nggak pernah saya pikirkan sungguh-sungguh, yaitu ada bagian yang memang harus saya kerjakan. Bagian ini sama pentingnya dengan bagian yang Tuhan kerjakan. Bukankah kita semua adalah kawan sekerja Allah di atas bumi ini ?  Merenungkan hal ini, saya jadi mengerti bahwa untuk apapun di dunia ini ada harganya yang harus dibayar, yang menjadi bagian kita, manusia. Hanya keselamatan yang adalah karunia Allah, yang kita terima dengan cuma-cuma, tanpa harus membayar apa-apa.

Seperti tertulis dalam Efesus 2 : 8 –9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri. Dari ayat-ayat tersebut jelaslah betapa berharganya kasih karunia yang diberikan oleh-Nya. Bagian yang harus kita lakukan hanya menerima dengan iman.  Kalau kita tidak menerima keselamatan yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita, maka tidak akan ada artinya kematian-Nya di atas kayu salib. Karena memang Dia mati supaya kita hidup, Dia miskin supaya kita kaya dan Dia bangkit supaya kita bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Harga yang harus dibayar oleh Tuhan Yesus sangat mahal karena Ia harus membayar dengan darahNya, sedangkan harga yang harus kita bayar hanyalah menerima dengan iman bahwa Yesuslah Tuhan, Juruselamat umat manusia. Perhatikan tiga kata terakhir dari kalimat yang saya bahas diatas : untuk mendatangkan kebaikan. Ingatlah  selalu bahwa untuk mendatangkan kebaikanlah yang selalu menjadi bagian-Nya.

Kembali dengan kegiatan fitness saya, ternyata memang Tuhan turut bekerja. Sampai saat ini, setiap kali saya mau berangkat fitness, Tuhan berikan orang-orang yang bersedia menjadi joki. Kesulitan yang sebelumnya saya bayangkan akan terjadi, ternyata bisa diatasi. Kekhawatiran saya hanya ada di pikiran saja dan itu tidak pernah terjadi. Saya tidak akan pernah tahu kebenaran ini jika saya tidak pernah mau bekerja (baca : melangkah) lebih dulu. Kita harus bekerja dulu maka Tuhan akan turut bekerja bersama kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang disayangi-Nya.

 

Banyak Diakses

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form