line

Article

Think Out of The Box

Pagi tadi berangkat ke kantor saya tidak bawa mobil. Karena bangun kesiangan maka mustahil bagi saya untuk tiba di kantor sebelum pukul tujuh pagi yaitu waktu dimulainya peraturan three-in one di daerah SCBD. Jadilah saya naik transjakarta dan percaya atau tidak saya sangat menikmati perjalanan kali ini dengan “ busway “ yang bebas macet . 

Biasanya saya malas sekali naik kendaraan umum. Pertama karena saya sudah terbiasa naik kendaraan pribadi, kedua karena dalam pikiran saya sudah tergambar jelas betapa tidak enaknya antri dan berdesakan di dalam bus. Tetapi entah mengapa pagi ini saya malah memilih naik transjakarta dari pada naik taksi. Saya belajar untuk berpikir out of the box dan mulai bertindak untuk melihat hasilnya. Terus terang saja dengan cara berpikir yang berbeda ini, saya menemukan diri saya sangat menikmati perjalanan dengan kendaraan umum tersebut. Berangkat dari halte depan rumah untuk naik pun saya sudah harus antri tapi karena pikiran saya sudah positif, saya relax saja mengantri dan nggak lama kemudian bus yang ditunggu itu pun tiba. 

Apakah ramai dan berdesakan ? yup, benar, tidak salah lagi, sangat ramai dan berdesakan tetapi hal ini pun tidak membuat saya berpikir negatif . Sepanjang perjalanan menuju stasiun Sawah Besar, bus ini melewati jalanan yang cukup sering saya lalui tapi tidak pernah saya ingat namanya. Semakin diperhatikan ternyata sepanjang jalan tersebut banyak terdapat toko yang menjual jasa yang tadinya saya pikir tidak ada di Jakarta. Satu toko yang saya ingat adalah toko reparasi tas, segala jenis tas sampai tas koper. Aha.... sangat menarik bukan penemuan saya ? Berhenti di stasiun Sawah Besar, saya menyeberang untuk naik yang menuju kantor tempat saya bekerja. “Hmm enak juga bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari arah stasiun Sawah Besar menuju daerah blok M, “ gumam saya dalam hati. 

Saya bisa melihat Monas dengan sangat jelas dari depan. Ternyata ada rasa kebanggaan tersendiri ketika melihatnya. Jakarta sama hebatnya seperti Paris dengan Menara Eiffel-nya atau Singapura dengan Patung Merlion-nya. Kota ini juga memiliki landmark yang indah dan menawan. Gedung-gedung bertingkat yang sangat megah dan teratur rapi berbaris di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Langit biru, udara yang sejuk di dalam bus dan cuaca pagi yang segar dan cerah. Benar-benar perjalanan yang sangat menyenangkan. Saya tidak pernah menyadari betapa bagusnya kota Jakarta tempat saya dilahirkan, dibesarkan dan tinggal sampai sekarang. Saya jadi menyadari betapa saya belum kenal dengan kota ini. Masih banyak bagian menarik dari kota ini yang sama sekali belum saya tahu. Entah kapan saya punya kesempatan untuk menjelajahi seluruhnya dan menemukan hal-hal yang indah, menarik dan bisa dibagikan sebagai cerita atau kisah bagi banyak orang yang belum pernah datang ke sini. Pasti menyenangkan. 

Perjalanan saya pagi itu sungguh membuat saya untuk “think out of the box”. Apa yang saya alami dari perjalanan pagi itu, membuka mata hati saya lebih lagi untuk melihat bagaimana hubungan pribadi saya dengan Tuhan Yesus. 

Sama seperti saya yang tidak mengenal dengan baik kota tempat saya tinggal, begitu juga saya belum mengenal dengan baik Tuhan Yesus yang saya percaya. I never notice and not even realize it, how beautiful my city really is. Saya hanya fokus dengan hidup saya sehari-hari beserta problemanya sampai tidak melihat ke bagian yang lain dari keadaan sekitar, tempat saya tinggal. Saya begitu self-centered sampai saya tidak sanggup melihat keluar dari box, (yaitu cara berpikir, pola hidup, kebiasaan dan comfort zone ) ketika saat ini (saya pikir) saya hidup di dalam DIA. 

Sungguh aneh rasanya, saya selalu berpikir bahwa saya (sudah) tinggal di dalam Tuhan. Tetapi dari perjalanan itu Tuhan malah memberi saya hikmat untuk melihat lebih dari apa yang saya ( kira ) ketahui selama ini. Seolah-olah Tuhan mengatakan kepada saya bahwa saya ini belum ( benar-benar ) mengenal DIA. Sama seperti saya yang tidak pernah ingat nama jalan yang dilewati dari rumah menuju stasiun Sawah Besar, saya juga tidak pernah ingat janji-janji Tuhan di dalam alkitab. Dibaca sih dibaca tetapi letaknya dimana ( baca : nama kitab dan pasal serta ayatnya ) tidak pernah tahu dengan pasti. Jika letaknya saja tidak tahu, lantas apa yang mau diingat ? Kalau tidak ada yang diingat, bagaimana saya bisa beriman kepadaNya (lebih) lagi ? Bagaimana saya bisa mengalami mujizat dan merasakan kasih-Nya memenuhi hati saya ? Belum lagi ketika tiba saatnya untuk berdoa atau bersaat teduh, belum apa-apa saya sudah membiarkan timbul pikiran yang negatif, seperti waktunya belum tepatlah, belum mood-lah, belum siap, sampai merasa belum perlu banget. Hei! Betapa bodohnya saya membiarkan pikiran-pikiran ini memenuhi kepala saya. 

Kalau saya renungkan lagi, pantas saja saya (seringkali) takut melangkah maju di dalam kehidupan. Takut ketika mengambil keputusan atau menghadapi masalah, mudah putus asa, mudah merasa khawatir dan bimbang akan janji-janjiNya. Saya terpaku di dalam box saja dan tidak membiarkan Tuhan Yesus bekerja membimbing saya untuk naik kelas. Padahal sebenarnya Tuhan (sangat) ingin saya melangkah maju, naik kelas dan mengalami janji-janjiNya digenapi di dalam hidup saya. 

Dalam injil Yohanes 15 : 4- 5 Tuhan berfirman, “ Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu,…Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa .” Dari firman-Nya ini kita tahu satu kebenaran tentang apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Mari kita sama-sama tinggal di dalam Tuhan ( termasuk cara berpikir kita ) bukan di dalam box kita masing-masing. 

Hosea 6 :3, “ Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” 

Carilah Tuhan dan marilah kita berusaha sungguh-sungguh dengan segenap hati mengenal DIA karena untuk itulah kita diciptakan oleh-Nya supaya kita hidup di dalam persekutuan dengan-Nya dan setiap rencana-Nya bagi kita dapat digenapi.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form