line

Article

Suami Istri Adalah Satu

Mungkin kita sering dengar kata-kata “ coba kalau Hawa tidak makan buah pengetahuan, kita tidak ada dosa warisan/dosa asal” atau “ coba sarah tidak memberikan Hagar hambanya pada Abraham, mungkin tidak ada pertikaian di Timur Tengah sepertinya letak kesalahan ada pada wanita. 

Coba kita lihat, apa benar itu semua karena wanita/istri 

// 1. Hawa
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya ( Kejadian 3 :1-6), 

Hawa memakan buah itu karena: 

• Ketidak tahuan Hawa akan firman Tuhan 

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:16-18) 

Firman ini diberikan Tuhan pada Adam saat Hawa belum ada, jadi Hawa tahu firman ini cuma dari Adam, makanya saat menjawab si iblis jawabannya kurang tepat, coba perhatikan: 
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." (Kejadian 3:2-3) 
bandingkan dengan 

"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." ( Kejadian 2:16-17) 

Hawa menambahkan kata ataupun raba buah itu. 

• Hawa ambil keputusan sendiri 
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (kej 3:6) 
Hawa langsung bertindak tanpa tanya dulu pada Adam sebagai suaminya. 

• Adam tidak melarang 
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (kej 3:6) 

Adam ada bersama dengan Hawa waktu itu, tapi sangat disayangkan Adam tidak melarang perbuatan Hawa, seharusnya dia melarang Hawa sebab Firman mengenai larangan itu diberikan pada dia, namun sangat disayangkan bahkan dia ikut memakannya. 
 

// 2. Sara //
Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (Kejadian 16:1-2) 

Sara memberikan hambanya Hagar karena : 
• Ketidak tahuan Sarah akan janji Allah 

Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."(Kejadian 15:4-5) 

Firman ini diberikan Tuhan kepada Abraham, bisa jadi Abraham tidak memberitahukan pada Sarah, sebab saat diberi tahu kalau tahun depan Sarah akan melahirkan anak (Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. ïÂ?¨Kejadian 18:10), Sarah tertawa (Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"Kejadian 18:12) Kalau Sarah tahu akan janji Tuhan tidak mungkin dia tertawa saat dengar kabar ini 

• Sarah ambil putusan sendiri 
"Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.(Kejadian 16:2) 

Maksud Sarah baik, tapi salah. Dia tidak rundingan dulu dengan Abraham, cuma memberi perintah, bukankah saat dia datang pada Abraham dia sudah membuat keputusan. 

• Abraham menerima keputusan Sarah 
." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (Kejadian 16:2b)
Abraham tahu janji Allah akan keturunannya, tapi saat Sarah mengusulkan sesuatu yang salah dia menerima 

Hawa dan Sarah melakukan kesalahan karena: 
a. Ketidak tahuan akan Firman / janji Tuhan 
Bukankah sering kali kita juga begitu, kita tahu Firman cuma kata bapak pendeta, atau dengar saat di gereja, tidak pernah baca sendiri, hingga banyak hal yang kita tidak tahu, cuma katanya atau kayaknya. Tidak mau khan seperti Hawa ? pahami Firman Tuhan, baca, renungkan dan lakukan, Apalagi wanita diciptakan sebagai penolong, yang namanya penolong itu harus lebih kuat, mana ada penolong yang lemah,karena itu kuatlah dengan dasar Firman Tuhan. 

b. Ambil keputusan sendiri 
Hai, istri-istri bukankah ini sering terjadi? “ kelamaan kalau nunggu suami mutusin, tinggal ya atau nggak aja mikirnya setaon” terus ambillah keputusan sendiri. Ayolah kita belajar dari Hawa Sarah untuk tidak mengikutinya. Usulan atau gagasan boleh dari istritapi hendaknya biar suami yang memutuskan, bukankah suami itu kepala, misalnya negara suami itu presidennya sedang istri mentrinya, semua pemikiran, usulan boleh dari mentri tapi tetap yang memutuskan presiden. 

c. Suaminya tidak melarang/memberitahu 
Halo, suami-suami, bukankah apa yang Adam lakukan sering dilakukan oleh suami-suami dengan dalih “ abis kalau dilarang malah galakan dia ” atau “ biar ga cerewet, biar adem ayem, biar ga berantem” 
Sekarang tahukan akibatnya sangat fatal, mbok ya kalau istri buat salah dikasih tahu, dinasehatin, ingat suami itu kepala loh, pakai otoritas yang Tuhan sudah beri buat pada suami. 

Andaikan 
• Hawa seperti Esther 
Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.(Esther 2:15) 
Esther taat pada apa yang dianjurkan Hegai, sebenarnya dia bisa masuk dengan segala keputusannya sendiri. 

• Sarah seperti Hana 
dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." (1Samuel 1:10-11) 
Saat Hana masih eblum dikasih anak, dia berdoa dengan hancur hati, bukan malah memberi perempuan lain pada suaminya. 

• Adam seperti Ayub 
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" 
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.(ayub 2:9-10) 

Ayub marah dengan apa yang dikatakan atau dianjurkan istrinya, bukan cuma marah, tapi Ayub memberi tahukan hal yang benar pada istrinya. 

• Abraham seperti Yusuf 
Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." 
Tetapi Yusuf menolak (Kejadian 39:7-8a) 

Yusuf menolak 

Pasti ceritanya akan lain. 

Sekarang bukan saatnya mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi dari kisah Adam – Hawa dan Abraham – Sarah, kita bisa belajar dan mengerti 

a. Hendaknya para suami seperti Ayub dan Yusuf yaitu takut akan Tuhan, semua prilaku berdasarkan Firman Tuhan, jangan karena sayang istri sampai melanggar Firman Tuhan. Suami yang takut akan Tuhan, istri dan anak-anaknya diberkati. 
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.(Mazmur 128:3-4) 

b. Begitu juga para istri, jangan seperti Hawa dan Sarah, wanita memang diciptakan untuk menjadi penolong laki-laki, dan kita tahu penolong itu lebih cakap, pinter, tapi jangan somobong lalu ambil keputusan sendiri, menawarkan / mengusulkan sesuatu yang salah atau yang melanggar Firman Tuhan. Hidup takutlah akan Tuhan. 
Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. 
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.(Amsal 31:29-30) 

Suami –istri adalah satu, tidak bisa masing – masing jalan sendiri. 
• Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.(Kejadian 2:24) 

• Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.(Matius 19:5) 

• Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.(Efesus 5:31)

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form