line

Article

The Six Million Dollar Man

Anda ingat film seri The Six Million Dollar Man? Anda senang dengan Steve Austin, tokoh utamanya? Siapa Steve Austin? Ia seorang austronot yang kemudian menjadi intelijen. Ia agen yang paling top dalam Dinas Rahasia.

Kisah Steve Austin berawal ketika pesawat antariksanya meledak. Seluruh tubuh Steve cedera. Ia dinyatakan tewas oleh tim dokter. Tetapi kepala Dinas Rahasia melakukan intervensi. Ia ingin mempertahankan hidup Steve. Lalu dibentuklah tim dokter yang paling piawai. Dan pembedahan pun dimulai. Semua tulang Steve diganti dengan kawat elektronik. Matanya diganti dengan radar. Otaknya diganti dengan super komputer. Jantungnya diganti dengan dinamo. Proses pembedahan berjalan dengan sangat pelik. Biayanya pun sangat mahal yaitu enam juta US dollar. Tetapi hasilnya pun luar biasa. Steve Austin berhasil diubah atau ditransformasikan menjadi manusia bionik pertama yang sangat canggih. Ia mampu berlari mengejar mobil penjahat yang berkecepatan 100 km. Ia mampu melompati pagar yang tingginya tiga meter. Ketika orang lain masih bingung mencari bom waktu yang tersembunyi, radar dalam mata Steve sudah berbunyi nu-nu-nu-nu-nu. Segera Steve tahu : bom itu ada di kolong bangku sana.
 
Pendeknya, prestasi Steve Austin sangat berguna bagi Dinas Rahasia. Tidak sia-sia dinas Rahasia mengeluarkan biaya enam juta dollar. Mahalnya biaya operasi itu seimbang dengan faedah yang kemudian dihasilkan.
 
Intervensi yang dilakukan oleh Dinas Rahasia terhadap Steve Austin sebetulnya mirip dengan intervensi yang dilakukan Allah terhadap manusia. 

Coba kita lihat situasinya.

  1. Steve Austin sedang terkapar mati. Ia tidak bisa menolong dirinya sendiri.
  2. Lalu Kepala Dinas Rahasia mengambil prakarsa. Ia mengupayakan agar Steve dioperasi.
  3. Operasi itu sangat susah dan mahal.
  4. Tetapi manfaat operasi itu sangat besar.

Itulah juga situasi kita menurut Alkitab.

  1. Di hadapan Tuhan kita adalah orang yang terkapar nyaris mati. Kita "semua ada dibawah kuasa dosa" dan "upah dosa adalah maut" (Rm 3:9 dan 6:23). Kita tidak mampu menolong diri kita sendiri. Roma 3:20 berkata, ".... Tidak seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum taurat ..." Artinya, melakukan peraturan-peraturan agama tidak akan menolong situasi kita.
  2. Lalu Allah mengambil prakarsa. Ia mengutus putera-Nya. Yesus datang ibarat dokter yang mengoperasi kita. Galatia 4:5 mencatat: "Ia diutus untuk menebus mereka .."
  3. Biaya operasi terhadap diri kitapun mahal. Menurut Petrus." ... kamu telah ditebus ... dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus ..." (1 Ptr. 1 : 18-19). Atau dengan kata-kata Yesus sendiri," ... Anak manusia datang... untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mark. 10:45).
  4. Apa hasil operasi ini ? Menurut Paulus, hasil operasi ini adalah : " ... aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2 :20).

Dalam film tadi intervensi kepada Steve Austin berbentuk pembedahan. Dalam Alkitab intervensi kepada manusia berbentuk penebusan. Secara hakiki kedua hal itu sama. Penebusan adalah seperti bedah bionik.
 
Manusia sedang terkapar. Allah menebus manusia dengan mentransformasikan nya. Biaya transformasi ini adalah nyawa Yesus. Dan nyawa Yesus begitu mahal sehingga tidak bisa dinilai dengan dollar. Kalau Steve Austin dijuluki The Six Million Dollar Man, maka orang yang telah ditebus dengan nyawa Kristus mungkin adalah The One Hundred Million Dollar Man atau The One Thousand Million Dollar Woman.
 
Tetapi bukan mahalnya yang dipersoalkan oleh para pengarang Perjanjian Baru, melainkan hasilnya; yaitu apa hasil penebusan itu seimbang dengan harga yang sudah dibayar ?
 
Pengarang surat Galatia menegaskan bahwa hasil penebusan adalah mengabdi kepada Allah (Gal. 9:14), di Alkitab Indonesia tertulis "beribadah kepada Allah," tetapi dalam bahasa aslinya tertulis Iatreuein Theo, artinya mengabdi kepada Allah). Pengarang surat Titus menegaskan bahwa hasil penebusan adalah "rajin berbuat baik" (Tit. 2 : 14). Lalu pengarang Wahyu dengan bahasa-bahasa lambang menggambarkan bahwa hasil penebusan adalah "... membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah ..." (Why 1:6). Artinya, menjadi komunitas yang menaati kedaulatan Yesus, lalu dari dalam komunitas itu tiap orang melakukan pekerjaan imam, yakni melayani dan mendamaikan.
 
Memang, yang menjadi soal bukanlah biaya operasi, melainkan hasil operasi itu. Hasilnya harus seimbang dengan biayanya. Steve Austin dioperasi dengan begitu mahal, supaya kemudian ia berkarya. Tidaklah lucu jika setelah dioperasi, Steve setiap hari hanya goyang-goyang kaki saja. Demikian juga tidak lucu jika kita yang ditebus dengan begitu mahal oleh Kristus, ternyata tidak berkarya.
 
Disinilah tempat karya dalam iman Kristen. Karya bukanlah cara untuk memperoleh penebusan, melainkan cara untuk mensyukuri penebusan yang sudah kita peroleh. Karya bukan syarat penebusan, melainkan produk penebusan. Steve Austin berkarya. Semoga kita juga.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form