line

Article

Saat Daud Menghadapi Pergantian Tahun

Beberapa saat yang lalu menjelang pergantian tahun, lazimnya pakar-pakar di berbagai bidang disibukkan memprediksi kondisi yang akan dihadapi tahun ini, tahun 2008. Tidak ketinggalan pula masyarakat awam ikut-ikutan meramalkan bagaimana keadaan tahun 2008 ini bahkan orang Kristenpun tidak mau kalah mengemukakan opininya. 

Namun herannya, orang Kristen kerapkali menyatakan bahwa tahun 2008 ini tidak bertambah baik, tantangan makin berat, dunia tambah suram, ekonomipun tidak menggembirakan. Oh… biar saja orang dunia meramalkan keadaan semakin buruk, tetapi hal itu tidak berlaku bagi kita orang Kristen yang selalu menaruh pengharapan kita hanya kepada Tuhan, amen sdr ? Sebab hidup kita adalah hidup karena percaya bukan karena melihat, hidup kita adalah hidup yang sepenuhnya hanya mengandalkan Tuhan saja, amen ? 

2 SAMUEL 11 : 1” Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem." 

Perhatikan kata “pergantian tahun pada waktu raja-raja biasanya.” Ternyata pergantian tahun merupakan waktu bagi raja-raja untuk maju berperang, sesuatu yang sudah biasa dilakukan raja-raja pada waktu pergantian tahun. Sesuatu yang biasa yang dikerjakan di setiap pergantian tahun. Itu sebabnya awal tahun memang awal peperangan. Tetapi yang menjadi masalah adalah: Maukah kita maju berperang? 

Yoab beserta seluruh bangsa Israel tidak takut menghadapi musuh, mereka maju dalam peperangan. Sayangnya Daud sebagai raja justru tidak ikut maju, dia hanya memberi komando kepada orang lain untuk maju, sedangkan dia sendiri tinggal di Yerusalem. Padahal kita memiliki musuh bebuyutan yang harus kita taklukkan, itulah bani Amon. 

Amon dan Moab adalah hasil keturunan Lot dengan anak perempuannya sendiri yang menurunkan bangsa Amon dan Moab. Bangsa Amon dan Moab ini merupakan musuh kita, sebab itu menunjuk pada keinginan daging dan hawa nafu karena itu adalah buah dari hasil hubungan antara Lot dengan anak perempuannya sendiri. Keinginan daging yang berasal dari diri kita sendiri inilah yang harus kita perangi sampai tuntas agar tidak menguasai kehidupan kita lagi. Saudara, kalau kita mampu memerangi bangsa Amon, maka tidak ada lagi yang sulit bagi kita untuk meraih kemenangan di dalam tahun ini. 

MATIUS 6 : 34 “ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." 

Mengalami kekuatiran mengenai hari esok memang wajar dan manusiawi. Oleh karena itu, Tuhan menentramkan hati kita dengan mengatakan, "janganlah kamu kuatir". Setiap hari, baik hari ini maupun hari esok, ada kesusahannya sendiri, artinya semuanya itu adalah hal yang rutin, yang biasa, namun bagaimana kita menyikapinya? Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari juga mengandung pengertian agar kita jangan menunda-nunda untuk menyelesaikan suatu masalah, jangan menunda-nunda untuk berperang melawan Amon. 

Saudara lihat, keberanian Yoab dan bangsa Israel untuk maju berperang membuat mereka mampu memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba. Itu sebabnya, bagi kehidupan Kristen, tidak ada istilah "terkepung" tetapi justru kita yang mengepung musuh dan mengalahkannya. Tidak dicatat seberapa besar musuhnya; yang pasti mereka dapat menghadapinya. Kuncinya adalah: mau maju berperang bersama Tuhan, bukan tinggal diam seperti yang dilakukan oleh Daud !! 

GALATIA 5 : 24 “ Barangsiapa menjadi milik KRISTUS YESUS, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." 

Menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa kita mesti mengalahkan hawa nafsu kita? Bukankah masalah yang kita hadapi berupa kesulitan ekonomi atau penyakit yang menggerogoti dan masalah-masalah lainnya ? Apakah ada kaitan antara daging kita dengan masalah-masalah yang tengah kita hadapi saat ini? 

Saudara, dengan memiliki kerinduan untuk melawan Amon dan Moab, dengan mempunyai kerinduan untuk menyalibkan hawa nafsu, itu berarti kita telah menjadi milik Kristus. Itu sebabnya mari di pergantian tahun ini kita maju berperang melawan segala keinginan daging dan hawa nafsu kita. Kalau kita berani melangkah maju memerangi segala keinginan kita maka Tuhan sendiri yang akan memampukan kita, amen ? 

2 TAWARIKH 20 : 1 “ Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.” 
Ayat 17 “ Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, Tuhan akan menyertai kamu."
 

Lagi-lagi musuh yang kita hadapi adalah bani Moab dan Amon. Instruksi yang diterima Yosafat sangat jelas: kamu tidak usah bertempur. Hanya satu yang diminta Tuhan untuk kita lakukan yakni maju ke kancah peperangan. Pertempuran menjadi bagian Tuhan sendiri, sebab kalau kita ingin bertempur dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan mampu menghadapinya. 

Tetapi kalimat “ tidak usah bertempur bukan berarti kita tidur bermalas-malasan di kursi goyang! Tidak ! Yang diinstruksikan oleh Tuhan adalah "tinggallah berdiri di tempatmu". Dalam Alkitab versi NIV tertulis "stand firm" artinya kita berdiri tegak di posisi yang telah ditentukan oleh Tuhan di medan peperangan. Dengan berdiri tegak di dalam iman kepada Kristus, dan dengan kekuatan Firman maka kita akan mampu menghadapi musuh kita, itulah keinginan daging kita. 

Saudara, hanya dengan berdiri tegak, kita akan melihat kemenangan yang kita terima dari Tuhan. Kita tidak perlu memperjuangkan kemenangan itu dengan usaha kita sendiri, tidak dengan kekuatan kita sendiri, sebab kita tidak akan mampu dengan kekuatan sendiri. Kemenangan itu sudah pasti ! Dan kita akan melihat bagaimana Tuhan memberikan kemenangan itu kepada kita. Sebab kalau kita maju bersama Kristus dipastikan kita akan menang ! Amen ? Tapi ingat : kemenangan itu baru akan diberikan Tuhan kalau kita mau maju berperang menghadapi musuh. Jika kita tidak mau maju seperti raja Daud saat menghadapi pergantian tahun memilih untuk tinggal santai di istana, maka ketahuilah kemenangan tidak akan pernah menjadi milik kita. 

2 SAMUEL 11 : 2 “ Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.” 

Daud bangun dari tempat pembaringannya itu menunjukkan bahwa Daud sebelumnya tidur atau berbaring, itu berarti Daud tidak berdiri tegak di tempat yang seharusnya, sehingga akhirnya dengan begitu mudah Amon dan Moab menyergapnya. Serangan pertama berupa keinginan mata; pemandangan yang menampilkan tubuh elok Batsyeba yang sedang mandi segera merontokkan pertahanan iman Daud yang memang lemah. Daud terbakar hangus karena hawa nafsunya, akhirnya ia jatuh dalam dosa perzinahan. 

Saudara, apa yang terjadi pada Daud jangan biarkan itu terjadi pada kita. Sebagai manusia kadang kita memang lemah, tetapi di awal tahun ini mari bulatkan tekad kita untuk tidak lagi membiarkan iman kita tertidur. Salah satu yang harus kita hindari adalah enggan bersekutu dengan Firman yang merupakan "obat tidur" yang mujarab bagi iman kita. 

Tertidurnya iman membuat kita tak berkutik mengatasi Amon dan Moab. Seandainya Daud ikut maju beserta seluruh bangsa Israel, tentu dia tidak akan berjalan-jalan sendirian di sotoh istana; dia tidak akan melihat Batsyeba mandi sehingga terperangkap oleh keinginan matanya. Musuh dengan begitu mudah mengalahkan kita di saat kita mulai lengah, di saat iman kita tertidur, di saat kita mulai memanjakan rohani kita. 

Kalau kita kalah seperti Daud yang tidak maju berperang, maka sepanjang tahun kita akan mengalami kepahitan. Seperti yang terjadi pada Daud, setelah kejadian itu, hidup Daud mulai mengalami goncangan, kesedihan, kepahitan dsbnya. Atau bahkan kita sudah mengalami kepahitan yang menahun karna kita sudah ditawan musuh. Namun kalau kita berani maju di medan perang, kita akan mengecap manisnya kemenangan bersama Tuhan. 

Segeralah bersimpuh di kaki Tuhan memohon pengampunanNYA atas keengganan kita untuk maju berperang mengalahkan keinginan daging. Akuilah di hadapan Tuhan bahwa kita telah meneguk kepahitan dan dilanda banyak masalah saat iman kita tertidur, saat kita terlena. Pengakuan dosa ini pulalah yang dinyatakan Daud ketika ia menerima teguran Tuhan melalui nabi Natan. Saudara, pengakuan dosa yang disertai permintaan ampun dan pertobatan akan mencabut sumber kepahitan dan penderitaan dari kehidupan kita. 

2 SAMUEL 12 : 29-30” Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya. Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. “ 

Kebangkitan rohani Daud setelah pengakuan dosa dan pertobatannya telah mengalirkan semangat baru. Kini Daud mau maju berperang.Ia berangkat ke kota Raba dan berperang. Kini Daud tidak lagi hanya memberi komando jarak jauh kepada Yoab dan bangsa Israel. Kini Daud berada dalam kancah peperangan itu. Daud yang mengumpulkan seluruh tentara bagaikan adanya satu kemauan untuk berperang, adanya satu tindakan untuk mengumpulkan segenap kekuatan kita untuk maju berperang bersama Tuhan, adanya satu kerinduan dan tindakan untuk melawan keinginan daging. 

Saudara, tahun ini adalah saat kemenangan bagi kita. Orang yang tidak mengenal Tuhan boleh berkata tahun ini adalah tahun suram, tapi kemenangan sudah pasti menjadi miliki kita, syaratnya adalah kita maju, maju berperang, maju dengan mengumpulkan seluruh kekuatan kita, dan Tuhan yang akan memberi kita kemenangan. 

Saudara, kota yang diperangi adalah Raba, kota yang sama dengan yang dihadapi oleh Yoab. Kota yang sama, namun pola pikir dan tindakan yang berbeda akan memberi hasil yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Pertama kali bangsa Israel menyerang kota Raba, Daud tidak ikut maju berperang, sehingga Daud jatuh dalam godaan yang memuaskan hawa nafsunya, ia jatuh dalam dosa perzinahan. Namun pada penyerangan kota Raba yang kedua, Daud mampu menghadapi bani Amon dan mengalahkannya sebab apa ? Sebab dia ikut maju. Itu sebabnya saudara, yang menjadi penentu kemenangan kita bukan kuat lemahnya musuh, tetapi ditentukan oleh tindakan kita: maju atau diam saja ? 

Dengan mau maju berperang, Daud mampu mengambil mahkota dari raja mereka. Artinya sekarang kita memiliki kuasa untuk melucuti kedagingan. Musuh tidak dapat menjajah kita lagi dan memaksa kita untuk membuat batu bata. Seperti yang terjadi pada bangsa Israel, ketika mereka ditawan oleh musuh, oleh Firaun di Mesir, mereka dipaksa untuk membuat batu bata ( KELUARAN 1 : 14 ). Sekarang kita melihat Daud justru yang memaksa musuh untuk bekerja membuat batu bata. 

2 SAMUEL 12 : 31 “Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem." 

Tidak ada lagi pekerjaan berat yang memahitkan, yang membuat kita tidak bahagia. Justru sekarang kita dapat melucuti segala kekuatiran. 

YOHANES 10 : 10 “ Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” 

Pekerjaan Iblis yang menjadi musuh kita adalah mencuri kebahagiaan kita, mencuri kesehatan kita, mencuri kemenangan kita. Dia juga dengan segala daya upayanya mau membinasakan kita dengan kepahitan hati, dengan kekecewaan, dengan kesedihan, dengan luka hati dan dengan pekerjaan yang berat seperti tindakan Firaun atas bangsa Israel. Tetapi kita bersyukur pada Tuhan sebab Yesus telah mati untuk menebus dosa kita dan membebaskan kita dari kutuk dosa. 

Tetapi sekarang, maukah kita maju berperang untuk menerima kemenangan dari Tuhan yang membebaskan kita dari cengkeraman Amon, Moab dan Firaun? Kemenangan itu membuat kita tidak lagi harus memproduksi batu bata, namun justru kita memaksa musuh untuk membuat batu bata. Artinya kitalah yang menguasai keadaan; artinya kita tidak di bawah kendali musuh, kita tidak dikendalikan musuh, kita tidak dikendalikan keinginan daging dan hawa nafsu kita, tetapi kitalah yang mengendalikan musuh, amen ? 

Saudara, kalau kita tidak mau terhanyut dalam segala keinginan daging yang tidak membawa faedah tetapi sebaliknya kita mau maju berperang melawan keinginan daging itu, maka di tahun ini Tuhan menjanjikan kebahagiaan, kelimpahan dalam berkat dan kesehatan serta berkat-berkat lainnya dan tentunya semuanya ini baru akan kita raih bila kita maju berperang. Sebagai manusia, kadangkala kita memang enggan berperang, mungkin pada masa-masa yang lampau kita tidak mau maju berperang, kita lengah, kita lemah dan kita jatuh, tetapi menghadapi pergantian tahun ini, mari bulatkan hati dengan satu tekad yang pasti untuk kembali maju berperang, maka niscaya kita akan kembali meraih kemenangan seperti Daud, amen ? 

YOSUA 1 : 3 “ Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu KUberikan kepada kamu, seperti yang telah KUjanjikan kepada Musa." 

Saudara, seperti yang Tuhan janjikan kepada Yosua, Tuhan juga telah berjanji akan memberikan setiap tempat yang kita injak. Berarti semakin banyak tempat yang kita injak, maka semakin banyak pula tanah atau tempat yang kita peroleh. Namun kalau kita bermalas-malasan seperti Daud dan tidak mau berdiri tegak, tidak mau melangkahkan kaki kita untuk mengitari dan menginjak tempat yang terbentang di hadapan kita, tentu kita tidak memperoleh apa-apa. 

Dan jika kita tidak memperoleh apa-apa, jika kita tidak sukses dalam tahun ini, maka jangan salahkan siapa-siapa, jangan salahkan Tuhan dan jangan salahkan keadaan sebab yang menentukan untuk menerima berkat atau tidak menerima berkat itu adalah diri kita sendiri. Ya ! Diri kita sendiri ! Diri kita sendiri yang membuat pilihan ! Karena itu marilah kita memilih untuk terus melangkah meraih setiap jengkal tempat yang kita injak. Dengan berdiri tegak di dalam iman dan mau melangkah maju berperang melawan segala keinginan daging dan hawa nafsu, maka niscaya kemenangan ada di dalam genggaman kita di sepanjang tahun 2008 ini, amen ? 

Satu lagi, jangan kita melupakan perkataan Firman Tuhan, tetapi jadikanlah sepanjang tahun ini untuk tetap merenungkan Firman Tuhan sebagai kekuatan kita. Mengalami pergantian tahun itu hal yg sudah biasa, setiap tahun kita akan mengalami pergantian tahun, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi hari-hari kita di sepanjang tahun yang baru ini ? Mari saudara yang kekasih, kita isi dengan Firman Tuhan, kita isi dengan selalu merenungkan FirmanNya, seperti yang Tuhan pesankan pada Yosua : 

Ayat 8-9 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah KUperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." 

Percayalah, Tuhan akan memberkati dan menyertai kita di sepanjang tahun ini, itu iman kita. Satu hal: jangan pernah melupakan FirmanNya, amen saudara ? 

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form