line

Article

Rhema

Di Korea pernah diadakan kampanye penginjilan anak muda yang luar biasa di bukit Samgak dan banyak orang yang ikut itu rubuh di bawah kuasa Roh Kudus. Banyak anak-anak muda datang untuk mengikuti kampanye tersebut. Namun, selama seminggu kampanye itu berlangsung hujan turun dengan lebat, sehingga sungai-sungai meluap. Serombongan anak-anak muda ingin berkunjung ke tempat yang letaknya bersebrangan dengan sungai, dimana kampanye penginjilan itu dilangsungkan. Tetapi mereka tak bisa lewat karena banjir besar itu karena tidak ada jembatan ataupun perahu penyebrangan yang nampak dan mereka kecewa sekali. Akan tetapi tiga orang gadis bertekad bulat dan berkata "Mengapa kita tidak dapat menyebrangi sungai ini? Bukankah Petrus pernah berjalan di atas air? Tuhan yang Petrus percayai adalah Tuhan kita juga bukan? Iman Petrus adalah iman kita juga. Kalau Petrus memilki percaya, maka kita pun harus berbuat hal yang sama. Kita yakin bahwa kita bisa menyebrangi sungai ini." 
Ketiga orang gadis itu pun berlutut, berdoa, kemudian saling bergandengan tangan bersama-sama melangkah ke depan. Seraya mengutip ayat-ayat Alkitab yang mengisahkan riwayat Petrus berjalan di atas air itu, maka mereka pun mengklaim bahwa mereka dapat mengimani hal yang sama. 

Segera ketiga orang gadis itu terserat hanyut oleh banjir yang deras itu dan tiga hari kemudian ketiga sosok mayat mereka ditemukan orang di tengah laut lepas. Peristiwa ini menimbulkan goncangan yang hebat di Korea. Surat kabar yang bukan Kristen membeberkan kisah itu dengan tulisan besar di halaman depan "Tuhan mereka gagal menyelamatkan mereka!" 

Mengapa Tuhan tidak menjawab doa iman mereka? Bukankah gadis-gadis itu telah melaksanakan dan menjalankan iman sesuai dengan Firman Tuhan? Nah apa jawaban anda terhadap ini? 

Memang anak gadis itu melaksanakan iman mereka yang berdasarkan Firman Tuhan. Akan tetapi Tuhan tidak punya alasan untuk menyokong iman mereka itu. Petrus bisa berjalan di atas air karena dia terlebih dahulu meminta petunjuk dari Tuhan. Ingat, Petrus meminta Tuhan mengucapkan sesuatu petunjuk kepadanya "Tuhan, jika kau adalah Yesus itu, perintahkanlah aku datang kepadaMu." Demikian Petrus memohon. Lalu Yesus menjawab "Mari, datanglah!" Petrus menyebrang air dengan persetujuan dari Tuhan Yesus, ia terlebih dahulu meminta petunjuk. Petrus tidak langsung menyebrang sungai itu hanya dengan iman atau pengetahuan dia saja, dia tidak langsung mengeluarkan kaki dia dari perahu dan berjalan kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sudah memberikan izin khusus buat Petrus pada saat itu, Ia berkata "Datanglah!". Dan izin itu berlaku hanya untuk Petrus pada saat itu, maka Petrus bertindak atas petunjuk Tuhan dan dia bisa berjalan di atas air. 

Gadis-gadis itu memang memiliki pengetahuan Firman Allah tetapi Tuhan tidak pernah mengucapkan kata "Datanglah!" kepada mereka. Itulah kesalahan terbesar mereka dan Tuhan tidak akan bertanggung jawab atas iman yang seperti itu. Iman yang mereka milki dan iman yang Petrus miliki adalah seperti langit dan bumi jauhnya. 

Apa itu rhema? Rhema adalah ucapan yang khusus kepada seseorang tertentu dalam suatu keadaan tertentu. Kalau kita membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, maka kita akan memperoleh pengetahuan yang kita perlukan tentang Tuhan, tetapi kita tidak beroleh iman. Semua orang dapat beroleh pengetahuan Alkitab tersebut tetapi rhema itu tidak diberikan terhadap semua orang. Rhema itu diberikan kepada orang tertentu yang menantikan Tuhan sampai Roh Kudus menerapkan pengetahuan Alkitab tersebut itu menjadi hidup. Untuk membangunkan iman itu, kita perlu pendengaran akan Firman Allah sehingga Firman itu menjadi hidup. Kita boleh saja mempelajari isi Alkitab, akan tetapi hanya apabila Roh Kudus berbicara dan mendorong masuk ayat-ayat itu ke dalam hati anda, membakar hati anda dengan makna ayat-ayat itu, dan memberitahukan kepada anda bahwa anda dapat menerapkannya pada suatu situasi tertentu, maka barulah pengetahuan itu menjadi rhema. 

Oleh sebab itu, jika kita tidak punya waktu untuk menanti Tuhan, maka Tuhan tidak mungkin datang untuk menghidupkan ayat itu di dalam hati anda. Jika anda terlalu sibuk dengan kegiatan setiap hari dan tidak punya waktu untuk berdoa dan menyembah Tuhan, maka anda akan hanya memilki pengetahuan dan bukan rhema. Anda tidak akan bisa melihat mujizat Tuhan terjadi seperti Petrus dan iman anda pun mulai meluntur. Jangan pernah mencomot suatu ayat yang mengandung janji Tuhan dan berkata "ayat ini paling cocok buat saya dan akan saya hafal ayat ini berulang kali." JANGAN! Tuhan tidak akan berikan janjiNya kepada sembarang orang, oleh karena itu serahkanlah hidup anda kepadaNya dan nantikanlah Dia selalu maka suatu saat hati anda akan tersentuh dengan ayat FirmanNya. Saat itu anda yakin bahwa janji Allah telah menjadi milik anda dan anda akan melihat mujizat Tuhan dalam kehidupan anda. Nantikanlah Dia!

The Fourth Dimension

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form