line

Article

Public Display

Seorang pemimpin agama mengadakan perjamuan makan bagi seorang tokoh. Dia telah mendengar bahwa sang tokoh ini telah mengadakan sedikit huru-hara lewat gerakannya di kalangan akar rumput. Dia juga mendengar kalau banyak ajaran-ajarannya yang disukai rakyat, bahkan dia mampu melakukan perbuatan-perbuatan ajaib. Ini cukup menggelisahkan dan menyebalkan hatinya. Bagaimana mungkin seorang tak berpendidikan dan berasal dari kalangan masyarakat rendah beroleh sambutan seperti ini? Atau mungkinkah dia benar-benar nabi? Akhirnya dia memutuskan untuk menunjukkan kepada khalayak umum kalau dia hendak mengundangnya ke rumahnya. "Kalau dia benar-benar berkharisma, toh mungkin aku dapat numpang tenar pula, "pikirnya.
 
Dan ketika sang tokoh tiba dia hendak menunjukkan kepada khalayak umum kalau tokoh ini bukan apa-apa dibanding dia. Diacuhkan dan dipermalukannya sang tamu dengan tidak disediakannya sambutan selayaknya bagi seorang tamu.
 
Di tengah jamuan, tiba-tiba seorang perempuan berdiri dan berdiri di belakang sang tokoh. Lalu tiba-tiba yang dilakukannya benar-benar menggemparkan seisi ruangan. Dia membasahi kaki sang tokoh dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakinya dan meminyakinya dengan minyak wangi yang mahal, sampai-sampai seluruh ruangan dipenuhi semerbaknya.
 
Perempuan ini adalah seorang pelacur terkenal di kota itu. Bisik-bisik pun berdengung di ruangan itu.
 
Aha!" Sang tuan rumah bersorak gembira dalam hati. "Kalau dia seorang nabi tentu dia tahu siapa perempuan itu. Kini jelas bahwa dia telah dipermalukan di muka umum!"
 
*****
 
Kisah ini didramakan dari Lukas 7:36-50, bercerita tentang Yesus yang diurapi oleh seorang perempuan berdosa di rumah Simon, seorang Farisi. Simon hendak mempermalukan Yesus di muka umum, dan girangnya dia ketika seorang perempuan tiba-tiba menjadi kesempatan untuk mempermalukanNya.
 
Sedikit yang dia duga kalau Yesus justru sangat menghargai perempuan itu dan bahkan kejadian itu sebetulnya memuliakan Yesus dan sangat berkenan di hatiNya. Yesus menunjukkan kepadanya bahwa kontras dengan Simon yang hendak mempermalukan Yesus, perempuan berdosa ini rela mempermalukan dirinya demi memuliakan Yesus.
 
Dan mengapa?
 
Yesus berkata, "Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah berbuat banyak kasih." Dalam teks Yunani, kata penghubung sebab yang digunakan dalam konteks ini sebetulnya lebih enak kalau diterjemahkan itulah sebabnya atau oleh karena itu. Dosanya yang besar telah diampuni oleh kasih yang jauh lebih besar, sehingga berlimpah kasih perempuan itu kepada Yesus. Yesus hendak menunjukkan bahwa kasih yang radikal, yang dahsyat, lahir karena perempuan itu menyadari betapa besarnya kasih Allah yang telah mengampuni dosanya. Dan bahkan lewat kejadian itu Dia menguatkan hati dan iman sang perempuan dan memproklamasikan keIllahiannya di depan umum dengan berkata, "Dosamu telah diampuni."
 
Sampai hari ini orang masih bisa bermain-main dan menggagahi Kerajaan Allah. Orang-orang -seperti Simon- dapat dengan enteng meminjam nama Yesus di atas panggung untuk kemashyuran dan keuntungan mereka sendiri, dan lalu kemudian mempermalukan namaNya. Namun luar biasa, ternyata yang dekat dengan hati Allah adalah hati seorang pelacur, yang menangisi dosanya yang besar dan terharu karena begitu besar kasih Allah yang mengampuni dosanya.
 
Ternyata bukan tuan rumah yang mengadakan jamuan makan yang menggetarkan hati Yesus. Namun hati seorang pelacur, yang karena begitu besar rasa terima kasihnya kepada Yesus, rela untuk mempermalukan dirinya untuk memuliakan Yesus di depan umum, di tengah jamuan makan yang hendak mempermalukan Yesus. Ya, hati seorang pelacur yang menggetarkan Yesus.
 
Seperti apakah kasih kita kepada Yesus, mengingat dosa-dosa kita yang ditebusNya? Seberapa besarkah rasa terima kasih kita bagiNya mengingat pengampunanNya? Ataukah kita menganggap enteng dosa-dosa kita dan kasih karunia Allah serta penebusanNya? Maukah kita mengorbankan segalanya, baik harta maupun harga diri kita di depan umum bagiNya, jika kita tahu bahwa dosa kita telah diampuni? .....Diampuni oleh tetesan darah yang mahal.
 
******
from Greek Class to East Gate Convocation..

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form