line

Article

Mengapa Takut?

Kolumnis George Cantor menceritakan bagaimana ia mengatasi rasa takut sewaktu ia masih kecil. Hampir setiap malam ia terbangun dalam kegelapan dan membayangkan makhluk-makhluk mengerikan sedang berkeliaran di luar kamarnya. Kerap kali ia begitu ketakutan sehingga tidak dapat memejamkan matanya kembali. Terkadang ia keluar dari kamarnya dan tidur di dekat pintu kamar orangtuanya. Ia berpikir bahwa selama ia dekat dengan mereka, tak ada sesuatu pun yang akan melukainya.

Kebutuhan seorang anak akan bukti fisik kehadiran orangtua di dekatnya mengingatkan saya akan bujang yang melayani Elisa. Suatu hari, ia terbangun pagi-pagi dan melihat balatentara Aram ada di sekeliling kota itu. Dengan terkejut dan ketakutan ia berseru kepada Elisa, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" (2Raja-raja 6:15). Setelah Elisa berdoa, Tuhan membuka mata bujang itu. Apa yang dilihat oleh bujang itu sudah tentu membuatnya tercengang dan takjub. Alkitab mengatakan bahwa "gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa" (ayat 17). Balatentara Tuhan ada di sana untuk melindungi mereka.

Kita pun terkadang rindu agar Tuhan memberikan suatu peneguhan kepada kita bahwa Dia berada di dekat kita, dan kadang kala Dia memang memberikan peneguhan itu. Namun, itu adalah suatu kekecualian. Dia mengharapkan agar kita percaya akan janji-Nya, yaitu bahwa Dia menyertai kita. Tak peduli betapa menakutkannya suatu keadaan kita, umat Allah selalu mempunyai lebih banyak balatentara di sisi mereka daripada yang dimiliki oleh musuh kita

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form