line

Article

Memberi Dengan Bahagia

Ketika dalam perjalanan pulang dari suatu acara perpisahan dengan Pastor di Suwon menuju kegereja saya bersama kawan-kawan menaiki subway seperti biasanya, ketika melewati beberapa stasiun masuklah satu orang pria yang menarik perhatian saya untuk memperhatikan orang ini.

Tidak lama kemudian masuklah pengemis wanita yang buta sambil meminta-minta, tampaklah para penumpang yang lain tidak memperhatikan/memperdulikan pengemis tersebut. Ketika pengemis wanita itu tiba di depan pria tersebut, tampaklah pria tersebut mengeluarkan uang seribu won dan menyerahkan kepada wanita tersebut dengan pancaran muka yang sangat bahagia.

Bagi kita hal itu mungkin adalah hal yang biasa memberi kepada pengemis, tetapi ada satu hal yang menarik di sini yaitu bahwa pria tersebut bukanlah pria yang normal secara rohani maupun jasmani melainkan agak terbelakang (autisme).

Ketika kita memberi, mungkin kita akan memberi dengan perasaan biasa tetapi apakah kita pernah berbagi dengan saudara/i kita dengan perasaan seperti pria tersebut ? penuh dengan perasaan bahagia !!!

Pengalaman tersebut mengingatkan saya akan ayat yang berbunyi di dalam 2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Marilah kita menetapkan di dalam hati dan berdoa kepada-Nya agar kita di beri hati memberi dengan perasaan bahagia bukan dengan hati yang hambar atau paksaan.

 

Banyak Diakses

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form