line

Article

Memanfaatkan Kesempatan Emas

LUKAS 23:42-43 (Judul Perikop : Yesus Disalibkan)

“Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Ayat diatas adalah dialog antara Yesus dengan salah satu dari dua penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Hanya beberapa menit sebelum ajalnya tiba, penjahat yang satu ini, mengambil sebuah keputusan drastis untuk bertobat.

Dari kata-katanya diatas kita bisa menebak apa yang dipikirkan penjahat ini, tentunya ia mengimani bahwa Yesus akan datang kembali sebagai Raja, bukan sebagai orang yang lemah tak berdaya yang akan bersama-sama dengannya meregang nyawa.

Ia mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan sebagai Juru Selamat. Karena itulah Tuhan Yesus sangat menghargai iman dari si penjahat ini. Sehingga saat itu juga Tuhan menjamin bahwa ketika nyawa melayang, terpisah dari tubuh, roh penjahat itu akan bersamaNya di Firdaus.

Sang penjahat telah memanfaatkan Golden Moment yang ada. Saat itu juga dari status seorang penjahat yang dinista, berubah menjadi warga terhormat di Firdaus bersama-sama dengan Raja di atas segala raja, Tuhan di atas segala tuhan. 

Cerita di atas, berbeda dengan yang di alami para ahli Taurat, orang Farisi dan Saduki, mereka seringkali berjumpa dengan Sang Juruslamat, tetapi kesempatan emas itu tidak dimanfaatkan untuk mendapatkan Keselamatan, padahal banyak orang yang mereka anggap najis justru memanfaatkan perjumpaan dengan Yesus untuk memperoleh Keselamatan.

Salah satu kisah yang jelas menunjukkan hal ini dapat kita baca dalam Yohanes 8:2-12, orang Farisi menangkap seorang perempuan yang kedapatan berbuat jinah lalu membawanya kepada Yesus, mereka datang dengan maksud mencobai Yesus dan menanyakan Yesus hukuman apa yang harus diberikan kepada wanita itu sambil mereka menunjuk hukum rajam yang diaberlakukan sejak jaman Musa. Tetapi Yesus menjawab dengan tepat bahwa siapa diantara orang Farisi yang merasa tidak berdosa, dialah yang pertama melempar wanita itu dgn batu. Hebatnya, satu persatu mereka pergi meninggalkan Yesus dan perempuan itu. Tindakan ini adalah merupakan bentuk pengakuan bahwa mereka orang berdosa, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hanya beberapa langkah didepan mereka ada pengampunan yaitu jika mereka dengan merendahkan diri maju beberapa lngkah dan berlutut dikaki Yesus dan minta ampun. Tetapi hal itu tidak mereka lakukan. Sebaliknya, tindakan orang Farisi membawa wanita itu kehadapan Yesus untuk dihukum secara kejam, justru membawa wanita itu kepada Golden Moment yang mungkin tak pernah dia impikan, yaitu kesempatan untuk meraih pengampunan dan keselamatan.

Kesempatan emas, bisa berupa kesempatan untuk meraih anugerah keselamatan, meraih mujizat dan pemulihan, atau mungkin juga kesempatan meraih suatu terobosan. Kita tidak tahu kapan dia datang kembali, mungkin datangnya hanya satu kali saja, karena itu, pertajam rohmu, tangkap sinyal golden moment itu baik-baik, jangan sampai engkau terlewatkan, raihlah.

 

info Terbaru

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form