line

Article

That is Life

Keluaran 15 : 22-27, adapun latar belakang kisah ini adalah saat Musa membawa bangsa Israel yang jumlahnya + 2 juta banyaknya, ditambah dengan ternak peliharaan mereka sekitar satu juta, maka total keseluruhannya sekitar 3 juta. Sdrku, 3 juta makhluk yang bernyawa berbondong-bondong keluar dari Mesir itu bukan hal yang mudah.  Musa memimpin+ 2 juta manusia termasuk pria, wanita, anak-anak, orang tua bahkan mungkin nenek-nenek, dan ada juga anak-anak kecil semuanya berbondong-bondong keluar dari Mesir, untuk memimpin mereka itu bukan hal yang mudah tapi itulah latar belakang kisah ini.

Setelah orang Israel meninggalkan Mesir, mereka berhadapan dengan Laut Teberau atau Laut Merah, dan di sana Tuhan menyatakan kuasaNya yang luar biasa, tanda mujizat yang luar biasa, Laut Teberau terbelah dan mereka melewati laut itu. Dan setelah mereka sampai di seberang maka datanglah pasukan kereta berkuda Firaun yang mencoba untuk membawa mereka kembali ke Mesir tapi pada saat mereka berada di pertengahan Laut Teberau maka laut itupun kembali pada posisi yang semula sehingga menbenamkan semua pasukan Mesir.

Setelah itu bangsa Israel melanjutkan perjalanan mereka dan sekarang sampailah mereka pada satu tempat yang disebut MARA ( Ayat 23 “ Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itu sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.  “)

Arti dari Mara = pahit. Baru saja mereka mengalami kemenangan-kemenangan yang luar biasa yaitu pada fasal yang ke-14, baru saja mereka menyeberang Laut Merah, Laut Teberau, Laut Kolsom, tapi sekarang mereka sudah menghadapi tantangan yang baru lagi. Baru saja mereka bersorak-sorai, menari-nari, Miryam dengan rebananya menari-nari dengan nyanyian kemenangannya, itu terjadi pada fasal 14; baru saja mereka bersukacita karena mengalami kemenangan yang begitu luar biasa, sekarang datang suasana Mara, suasana pahit; itulah hidup manusia.

Kadang kita mengalami kemenangan, kadang kegagalan; kadang keberhasilan, kadang kekalahan. Kadangkala kita berada di puncak gunung, tapi ada kalanya kita berada di lembah yang kelam, from the top down to the valley.

Sdrku, itulah yang namanya hidup manusia. Dan itulah yang terjadi pada kehidupan umat Tuhan, itulah yang terjadi pada kehidupan Musa sebagai pelayan Tuhan. Baru saja Musa dipuji seperti pahlawan, karna pada saat Musa mengangkat tongkat dan mengulurkan tongkat itu ke atas Laut Teberau, Laut Teberaupun terbelah dua. Oh pada saat itulah umat Tuhan bersorak-sorai kemenangan, Musa disanjung, Musa dianggap sebagai pemimpin yang luar biasa, pemimpin yang hebat, tetapi pada fasal 15 ayat 23 mereka sampai di Mara, di tempat yang pahit, airnya tidak bisa diminum.

Sdrku, dari sinilah kita melihat kadangkala kita mengalami kemenangan, keberhasilan, sukacita yang luar biasa tapi ada kalanya kemenangan itu disusupi dengan pengalaman pahit. Mungkin beberapa waktu yang lalu saudara mengalami hidup yang diberkati secara luar biasa, keberhasilan dan kemenangan tetapi akhir-akhir ini mungkin kita menghadapi goncangan, menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan, kepahitan, suasana mara, tapi itulah hidup manusia. Hidup kita sebagai manusia biasa, insan, kehidupan, memang kadangkala kita mengalami puncak gunung, tapi kadangkala kita juga mengalami lembah yang kelam.

That is life, today we are experiencing the top in life, but probably tomorrow we are gonna in the valley of darkness.Inilah hidup manusia, hari ini kita mengalami puncak gunung, bisa jadi besok kita mengalami lembah yang kelam.

Padahal mereka baru saja menikmati suasana kemenangan, sukacita yang luar biasa atas campur tangan Tuhan dalam perjalanan mereka untuk keluar dari Mesir, tapi selang tiga hari sudah diperhadapkan pada masalah air yang pahit.Baru saja mereka mengalami sukacita karena kemenangan, sekarang kekecewaan karena air yang pahit.

Itu sebabnya kalau saat ini saudara sedang mengalami suasana yang tidak menyenangkan padahal baru saja saudara mengalami sukacita karena kemenangan yang Tuhan berikan, ketahuilah : Bukan hanya saudara sendiri yang mengalami hal ini, tapi ini juga dialami oleh Musa. Musa mengalami puncak gunung tapi selang 3 hari kemudian ia mengalami lembah kekelaman.  

Musa mengalami yang namanya hidup. Baru tiga hari yang lalu Musa dipuji- puji seperti pahlawan saat Musa berhasil membawa bangsa Israel melewati Laut Teberau. Tapi tiga hari kemudian Musa sudah dicaci maki dan diomelin oleh bangsa Israel, mereka bersungut-sungut pada Musa : “ Musa, engkau membawa kami keluar dari Mesir, sekarang lihat apakah yang akan kami minum ?”

Ayat 24 “ Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “ Apakah yang akan kami minum ? “  

Musa harus menerima caci maki, Musa harus menghadapi omelan, Musa harus menghadapi sungut-sungutan dari bangsa Israel. Bayangkan…barusan Musa mengalami suasana puncak gunung, dipuji dan disanjung, sekarang Musa mengalami cacian, makian, omelan dan ini bagaikan lembah kekelaman yang harus Musa hadapi. Tiga hari yang lalu Musa menjadi pahlawan yang disanjung dan dipuji-puji, 3 kemudian ia dicela, dimaki dan dicaci.

Begitulah saudara, tantangan demi tantangan harus kita hadapi dalam hidup kita, seperti Musa; baru saja dia mengalami apa yang namanya pujian, apa yang namanya sanjungan dari umat Tuhan saat dia membawa mereka keluar dari Mesir melewati Laut Teberau tapi dalam kurun waktu yang cukup singkat, hanya dalam waktu 3 hari saja Musa sudah diomelin dan dicaci maki oleh umat Tuhan. 

Saudara yang kekasih, dari puncak langsung turun ke lembah,from the top down to the valley; itulah hidup manusia. Hari ini kita mengalami suasana puncak gunung, bisa jadi besok kita mengalami lembah kekelaman.

Hidup manusia diwarnai dengan puncak gunung dan lembah yg kelam.

Hari ini mengalami kemenangan, siapa tahu besok kita mengalami kekalahan.

Hari ini mengalami keberhasilan, siapa tahu nanti kegagalan.

 

Sekarang merasa bahagia, bisa saja sebentar lagi kecewa.

Sekarang dipenuhi sukacita, siapa sangka sesaat lagi dukacita.

Sekarang kelimpahan, bisa jadi besok kekurangan.

 

Inilah yang namanya hidup manusia.

All these happen, semuanya itu terjadi, karma sebenarnya Tuhan sedang menguji kita.

Inilah hidup…

Kadang di puncak gunung, kadang di lembah yang kelam…

Namun dimanapun kita berada, ingatlah di sana juga ada Tuhan yang beserta kita …

Therefore, when we are in the top, let us be thankful; when we are in the valley, we keep giving thanks, amen?

Saat menghadapi puncak, kita bersyukur; saat menghadapi lembah, kita juga tetap bersyukur, amen?

Kita harus menghadapi yang namanya hidup…

namun percayalah dalam hidup ini Tuhan selalu menyertai kita. 

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form