line

Article

Langkah - langkah Bayi

Beberapa hari yang lalu, aku sedang berjalan-jalan di kebun bersama dengan putraku yang berusia dua tahun. Ia begitu suka berada bersama denganku, pergi kemana aku pergi, mengerjakan apa yang kukerjakan. Ia akan meraih dan menggenggam tanganku untuk meyakinkan dirinya bahwa ia ikut kemanapun juga aku pergi (atau sebaliknya aku kurang tahu). Selagi kami berjalan, aku memandang ke bawah dan memperhatikan bahwa untuk setiap langkah yang kuambil, ia akan mengambil dua atau tiga langkahnya yang kecil hanya untuk dapat mengimbangiku. Jadi aku melambatkannya sedikit, agar supaya lebih mudah baginya untuk tetap sejajar denganku.

Ia begitu ingin membantuku di dalam segala hal, menyiram kebun, memetik sayur atau mencuci mobil. Aku sebenarnya tak membutuhkan bantuannya, dan aku bahkan dapat lebih cepat menyelesaikannya tanpa dia, namun aku senang saja kalau ia ada di sekitarku. Rasanya menyenangkan untuk mengetahui bahwa ia begitu inginnya untuk ikut mengerjakan apa yang sedang kukerjakan. Dan juga menyenangkan baginya bahwa akupun menginginkan dia berada di sana bersama denganku.

Terlalu sering kita begitu terfokus untuk "bekerja" bagi Allah, sehingga kita lupa akan sukacitanya apabila kita berada berdua-dua saja dengan Dia.

Kita suka menyangka bahwa kita itu begitu pentingnya, atau bahkan merasa bahwa tanpa kita semuanya takkan berjalan; namun kenyataannya ialah, lompatan-lompatan kita yang terbesar hanyalah merupakan langkah-langkah bayi di samping Allah. Ia berbagi rasa dengan kita, membimbing kita, kadang-kadang memegang tangan kita, dan membiarkan kita membantu Dia. Padahal Dia itu ALLAH. Ia menciptakan alam semesta dan seisinya Seorang diri saja; dengan apakah sebenarnya Ia MEMBUTUHKAN bantuan kita? Aku bahkan merasa bahwa rencana-rencanaNya akan menjadi lebih lancar tanpa kita sekalian, makhluk-makhluk berkehendak bebas yang berkeliaran kesana kemari, mengacaukan pekerjaan tersebut.

Namun kita tak boleh berkecil hati, sebab kita harus mengenali hal ini sebagai suatu berkat yang besar. Pencipta kita, Allah semesta alam yang Maha Kuasa, tak membutuhkan bantuan kita; akan tetapi tetap saja Ia INGIN berbagi rasa mengenai segala sesuatu tentang diriNya dengan kita! Aku percaya bahwa Yesus lebih peduli tentang hubungan kita dengan Dia daripada apapun juga hasil karya kita TANPA Dia. Jangan salah tangkap. Kita memang dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang baik, untuk pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya, untuk menjadi seorang saksi yang AKTIF bagi Allah. Namun yang cenderung selalu kita lupakan di dalam ketergesa-gesaan kita untuk menjadi berguna, ialah bahwa hubungan kita dengan Allah haruslah lebih tertuju ke arah kasih, penyembahan, membangun suatu kerajaan yang mulia BERSAMA-SAMA.

Bukan oleh karena Ia tak dapat mengerjakannya tanpa kita, akan tetapi oleh karena Ia menginginkan kita di sana bersama denganNya, berjalan di sampingNya, mengasihi dan dikasihi. Dan bukan hanya di sini dan sekarang ini saja, namun sampai sepanjang kekekalan.

Allah menginginkan aku berada di dekatNya. Dengan langkah-langkah bayiku dan segala sesuatunya. Luar biasa sekali.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form