line

Article

Ibu

Cerita ini tentang Thomas seorang anak laki-laki yg pd masa itu berusia delapan thn. Thomas seorang anak yang sakit - sakitan dan setengah tuli, jauh tertinggal dari teman-teman sekelasnya dalam pelajaran sekolah. Para guru cenderung cepat jengkel terhadapnya karena ia lambat mengerti. Teman-teman sekelasnya meniru memperlakukannya demikian pula. Adalah hal yang biasa bagi mereka mengejeknya atau menertawakannya karena kesalahan yang dilakukannya. Dunia tidaklah ramah baginya.

Tetapi dalam dunia yang sama, Thomas mempunyai seorang ibu. Seorang ibu kepada siapa ia datang setelah hari-hari buruk di sekolah. Seorang ibu yang bahagia memilikinya sebagai putera. Seorang ibu yang akan duduk bersamanya di meja dapur dan mendengarkan bagaimana buruk hari-hari berlalu.

Seorang ibu dapat lebih dari sekedar membaca rangkaian kata-kata. Para ibu dapat membaca kesedihan dan kesepian yang terpancar dari wajah anak-anak mereka. Apabila sesuatu yang buruk terjadi, ia akan mengenalinya dari tatapan mata mereka, atau dari cara anaknya itu berjalan atau dari kepalanya yang terkulai.

Suatu hari Thomas pulang membawa sepucuk surat dari kepala sekolah. Thomas dikeluarkan dari sekolah karena otaknya kacau. Ibunya tidak marah ataupun cemas karena surat itu. Ia memeluk Thomas dan dengan lembut mengatakan bahwa segala sesuatu akan baik -baik saja. Ia tahu bahwa Thomas lebih lambat dari teman sebayanya, tetapi ia yakin bahwa Thomas dapat belajar jika pelajaran disampaikan kepadanya dengan lebih perlahan. Ia sendiri yang mengajar Thomas di rumah. Usahanya mulai ada hasilnya. Thomas mulai bergerak maju, sebentar kemudian ia mulai merancang penemuan baru, menciptakan ini dan itu. Semuanya tampak konyol pada mulanya.

Ketika Thomas pada akhirnya meninggal dunia, seluruh negeri, seluruh rakyat Amerika menghormatinya dengan memadamkan listrik di segenap penjuru Amerika selama satu menit. Thomas, yang dikeluarkan dari sekolah oleh kepala sekolah karena otaknya lamban; yang biasa melihat teman2 sekelasnya saling sikut untuk menertawakannya. Thomas inilah THOMAS ALVA EDISON, penemu bola lampu dan phonograph.

Aku berdoa kepada Tuhan Yesus, terima kasih telah menciptakan ibu-ibu seperti Ny Edison. Jadikanlah aku seperti Ny Edison yang sabar dan mau mengerti keadaan anaknya, menerima anaknya apa adanya, tidak menuntut berlebihan kepada anak, dalam keadaan apa pun meski capai fisik dan pikiran tetap mau menemani anak dan mendengarkan seluruh keluh kesah darinya, menyediakan waktu meski beberapa menit saja untuk menemaninya bermain bersamanya, tidak marah andai nilai pelajarannya tidak sempurna. Amin.

Marilah kita semua mencamkan teladan Ny Edison dan ingatlah kepada ibu kita yang mungkin tanpa kita sadari telah berbuat sama seperti Ny Edison kepada diri kita. Sisihkanlah sedikit perhatian kepada ibu kita di sisa hari tuanya ini. Ambillah waktu barang 1-2 menit setiap harinya untuk mengobrol dengan ibu kita

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form