line

Article

Hidup dalam Tuhan

Hidup dalam Tuhan bukan hanya perkataan tetapi kenyataan yang membuktikan apakah kita sungguh sungguh hidup dalam Tuhan.

Saya menerima Tuhan di usia remaja, sehingga saya tidak punya waktu untuk untuk dihabiskan bersenang senang dengan rekan rekan seumuran saya. Saya memilih melayani Tuhan bukan karena tidak ada pilihan tetapi karena saya sangat menikmati kehidupan kerohanian saya. Dan saya bertemu dengan suami saya waktu kami sama sama bersekolah di satu SMA dan akhirnya  kami melayani bersama sama di satu persekutuan sebagai anak muda yang mengasihi Tuhan.

Singkat ceritanya kami menikah dan dikarunia dua orang anak laki laki, dan kami tetap setia dalam pelayanan dan selayak nya orang tua yang mengasihi Tuhan kami juga mentransferkan Roh Tuhan kepada kedua anak kami.

Waktu anak kami yg pertama berusia 5 tahun dan si kecil berusia 1 tahun, kami pindah ke Luar Negeri sampai saat ini.

Tepatnya satu setengah bulan lalu waktu suami saya hendak makan siang dirumah , karena seperti biasa nya dia selalu menghabiskan waktu makan siang bersama saya dirumah, jadi waktu lunch di kantor dia pulang kerumah. Setibanya Dia di rumah dia bertanya mengenai appointmen dokter buat anak saya yang besar, tetapi saya begitu kaget karena waktu dia bertanya ternyata dia tidak bisa melafalkan kata kata dengan benar, dan saat ini saya merasa ada sesuatu yang aneh, dan saya langsung membawa dia ke Emergency dan akhirnya Dokter berkata bahwa dia mengalami stroke, Usia yang sangat muda untuk mendapatkan stroke.

Rasanya dunia runtuh, saya hampir tidak percaya waktu saya mendengarkan hal itu, karena bayangan saya saya akan merawat dia seumur hidup mungkin akan lumpuh dan sejuta bayangan buruk menanti didepan saya, belum lagi saya harus memikirkan kelangsungan dari kehidupan anak anak yang masih 7 dan 11 tahun, sangat berat untuk dibayangkan ditambah di luar negeri tidak punya siapa siapa...rasanya tidak berani menatap hari esok lagi.

Saya begitu stress sebagai manusia sehingga mengakibatkan saya susah untuk bernafas dan tidak bisa tidur, karena ada banyak hal yang harus saya urus, mulai dari membayar bill dan bulak balik balik Rs, merawat anak, mengantar jemput sekolah dan urus rumah tangga, belanja, bekerja...rasanya saya sudah tidak sanggup lagi, jangankan berpikir hari esok berpikir untuk 10 menit didepan aja saya sudah tidak kuat, kerjaan saya hanya mengis dan berdoa.

Tetapi saya bersyukur sama Tuhan tidak ada kata keluhan dan perkataan kenapa Tuhan, tetapi saya hanya berkata kepada suami saya, tetap focus ke TUhan, Dia mau ambil kamu atau mau hidupkan kamu itu hak mutlaknya Tuhan, karna kehidupan kamu tidak belongs ke saya dan anak anak tetapi ke Tuhan. Jadi kita berdua memilih untuk bilang terimah kasih Tuhan, Engkau baik sungguh baik dan sangat amat baik atau kami memilih untuk tetap hidup didalam Tuhan, dan membiarkan kehendak Dia yang terjadi.

Singkat ceritanya, akhirnya satu setengah bulan telah berlalu, dan Suami saya sudah berada ditengah2 keluarga kembali dan dia telah disembuhkan Tuhan secara Total, tidak ada tanda tanda bekas stroke sama sekali, dan besok hari Minggu Dia akan berkotbah di Gereja dan senin Dia akan kembali bekerja.

Teman, saudara...apapun masalah mu, jangan biarkan kehendak kita yang mengusai kita tetapi biar kita memilih untuk bilang Tuhan Engkau baik, sungguh amat baik dan sangat amat baik. Dan ijinkan Kehendak Dia yang terjadi.

Mari kita memilih untuk hidup dalam Tuhan

Tuhan Memberkati.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form