line

Article

Fokus

Sudah beberapa minggu ini tiap kali melihat catalogue penawaran dari bank yang mengeluarkan kartu kredit, mata saya ini selalu berlari ke bagian assesoris wanita dan terus terang saja gambar jam tangan wanita ekslusive pada lembaran catalogue itu sangat menarik perhatian saya. “Aduh…. bagus bener, talinya terbuat dari kulit asli warna hitam lagi, pas dengan yang aku mau… “ kata saya di dalam hati. Melihat harganya yang mahal tidak mengurangi niat untuk membelinya. Apalagi pembayarannya bisa diangsur beberapa kali, sungguh sangat menarik hati . Bukan sekali dua kali saya melihat catalogue tersebut, tiap kali melihatnya, rasa tertarik untuk memiliki jam tangan tersebut semakin bertambah. “ Sudah…. beli saja, ngapain sih pake mikir segala, kan bisa diangsur. Lagian punya uang kalau nggak dipake sendiri, mau disimpan terus? “ begitu kata hati saya berulang-ulang. 

Tahukah saudara, apa yang membuat saya terus memikirkan jam tangan itu? Coba pikirkan baik-baik, baru menjawab. Sudah ketemu jawabannya ? hehehe…. 

Mari kita simak ayat firman Tuhan dari Amsal 4 :23 “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. “ Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa hati kita harus kita jaga, keadaannya tergantung dengan diri kita, bukan Tuhan yang menentukan. Kitalah yang memilih bagaimana dan apa yang ada di dalam hati. Sejak pertama kali saya melihat gambar jam tangan wanita dalam catalogue , saya sudah memutuskan untuk menaruh hati saya pada gambar jam tangan tersebut dan saya memilih untuk menyukainya. Begitu menyukai barang tersebut, membuat mata hati saya buta. Saya pikir saya harus memiliki jam tangan tersebut. Padahal sesungguhnya saya tidak memerlukannya karena jam di pergelangan tangan saya saat ini pun masih bagus dan enak dipakai, dengan kata lain, jam tangan tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penunjuk waktu. 

Begitu mudahnya hati kita tertarik kepada hal-hal yang indah dipandang mata. Fungsi utama dari benda tersebut menjadi sama sekali tidak penting. Penampilan dan kepuasan diri sendirilah yang menjadi tujuan kita. Kita kehilangan fokus. Dalam segala hal kita akan selalu dihadapkan pada pilihan dan sangat sering kita salah memilih karena kita telah kehilangan fokus . Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan seperti ini : “ Kalau ingin menjadi orang yang berhasil, anda harus fokus dalam bekerja. Seperti kaca yang ditaruh diatas kertas dan dipantulkan menghadap sinar matahari apabila difokuskan maka akan menimbulkan titik api. “ Jelas bukan akibat yang dihasilkan oleh tindakan yang fokus ? 

Sangat penting bagi kita untuk memilih hal-hal apa yang akan dimasukkan ke dalam hati melalui telinga, mata dan mulut kita. Perbanyak waktu persekutuan dengan-Nya, baca dan renungkan firman-Nya, dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika yang kita ijinkan masuk ke dalam hati kita adalah hal-hal yang berasal dari-Nya, maka apapun yang dikeluarkan melalui sikap, perkataan dan tingkah laku kita akan memancarkan kehidupan.---- (Ren ) 

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form