line

Article

Egois & Kikir

Bisa dibayangkan jika kita menjadi salah satu orang yang timpang / buta / lumpuh yang menunggu kesembuhan dengan menceburkan diri kedalam kolam. Anggaplah kita terlebih dahulu masuk, dan akhirnya sembuh. Bagaimana reaksi kita yah? tentunya akan merasa senang dan bahagia. Atau mungkin kita akan segera berlari ke rumah, dan memberitahukan kabar gembira tersebut kepada seluruh penghuni rumah, bahkan mungkin seluruh kampung kita beritahu.

Tapi apakah kita masih ingat dengan orang-orang yang masih menunggu di kolam? saya rasa kebanyakan dari kita tidak akan ambil perduli dengan hal itu.

Nah sekarang, coba kita ambil posisi sebagai orang yang lumpuh selama 38 tahun. Dimana dia menunggu sendirian dengan setia di depan kolam. Mengharapkan bantuan dan belas kasihan orang orang sekitar untuk membantunya turun ke dalam kolam, yang akhirnya tidak dia dapatkan. Bagaimana perasaan kita?

Mungkin kita akan mengeluh sepanjang hari. Masak sih selama 38 tahun, tidak ada satu orang-pun yang benar benar mau menolong kita? THEY ARE SO SELFISH ! bisa jadi perkataan seperti itu keluar dari mulut kita sendiri.

Bersyukur kalau kita tinggal di Indonesia, dimana toleransi dan sifat saling menolong masih bisa kita dapatkan disini. Kalau saja kejadian diatas terjadi pada saat seperti ini, di Indonesia, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda.

Kita mungkin tidak akan menunggu selama 38 tahun untuk sembuh. Saya yakin, orang yang sudah lebih dulu sembuh, pastilah ada diantara mereka yang memperhatikan kita. Dan membantu kita untuk menceburkan diri kedalam kolam.

Kembali pada cerita diatas, kejadian itu terjadi sekitar 2000 tahun yang lalu, dimana Yesus masih hidup secara manusia. Saat seperti itu, gambaran saya adalah, begitu egoisnya orang orang yang sudah disembuhkan, sampai sampai mereka mengabaikan kehadiran seorang lumpuh yang telah menunggu selama 38 tahun. 

38 tahun man ! bisa dibayangkan? asumsi saya, pasti masih ada juga orang yang telah menunggu mungkin selama 2 tahun? 5 tahun? atau 10 tahun?. katakanlah ada yang menunggu selama itu, 2, 5 dan 10 tahun, tentunya mereka akan bertemu setiap hari dengan orang orang sekelasnya. Bisa jadi mereka sudah seperti sahabat sendiri. Saling curhat, saling berbagi makanan selagi mereka menunggu, saling bercanda. 

Tapi tiba tiba, ketika salah satu diantara mereka sembuh ( yang menunggu 2,5,10 tahun ), yang tadinya menjadi seorang sahabat yang hangat, malah berubah menjadi seorang egois-man yang dingin, tanpa kasih ! mereka mungkin meluapkan kegembiraannya saling berlompat, berteriak, di depan sahabatnya yang sudah menunggu selama 38 tahun.

Tidak ada keinginan sedikitpun, untuk membantu sahabatnya menceburkan diri kedalam kolam. Keterlaluan kalau menurut saya. Apa sih yang berat menolong sahabat seperti itu? paling paling, kita Cuma menggendongnya, atau memapahnya saja kok. Tidak terlalu berat khan?

Apakah kalian pernah ditolong orang? janganlah kita seperti orang yang sudah disembuhkan itu ( yang 2,5,10 tahun menunggu ). Mereka sudah ditolong akan kesembuhannya, tapi malah tidak mau menolong mereka yang menunggu kesembuhan.

Jika kalian pernah menolong orang, bagaimana rasanya orang yang telah ditolong? sebagian besar pasti berterima kasih kepada kita ( walaupun masih ada yang tidak tahu diri ). Tapi bukan terima kasih tentunya yang kita harapkan. Melihat senyum merekapun, kita sudah merasa senang bisa menolong.

Saya ingat belasan tahun yang lalu, seorang ibu datang menggendong 2 orang anaknya. Dengan penampilan agak cemong cemong, sedikit kumal, datang kerumah kami meminta makan. Kami sama sekali tidak mengenalnya. Tapi saya bersyukur, memiliki seorang Ibu yang penuh kasih. Ibu saya mengajaknya masuk, dan memberikan mereka makan. 

"terima kasih" hanya itu yang kami terima. Semenjak itu kami tidak pernah bertemu lagi.

Sekian tahun berlalu, mungkin ibu itu akan bercerita kepada anaknya. Untungnya masih ada orang yang mau menolong kita waktu itu. bagaimana kalau tidak ada satupun yang menolong? mungkin kita akan mengalami pergumulan untuk hidup.

Seringkali, kita menolong dengan cara yang sederhana, tapi tanpa kita sadari, itu sangat berarti bagi mereka.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga Matius 19 :23

Tahukah kenapa orang kaya sukar masuk kedalam kerajaan sorga? ujian hati dan karakter, sesungguhnya bukan disaat kita dalam keadaan susah, melainkan ketika kita dalam keadaan yang berlimpah.

Karena disaat kita berlimpah, seringkali kita lupa untuk berbagi kebaikan. Kita lupa untuk mengasah karakter sebagai pengikut kristus, yaitu tetap memiliki kasih ! ingat, yang namanya kasih, sudah pasti suka memberi. Yang namanya kikir, sudah pasti sulit untuk berbagi. 

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, Galatia 5:22

Milikilah kasih, tanpa kasih, kita tidak layak dihadapanNya.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form