line

Article

Dahsyatnya Motivasi

DALAM sebuah survei yang dilakukan oleh Grassroots Group terhadap 500 perusahaan dari 1000 perusahaan terkemuka di Inggris, ditemukan bahwa 95 persen dari perusahaan yang memberi tanggapan merasa, bahwa staf mereka masih bisa dimotivasi. Motivasi juga menjadi kebutuhan penting pada setiap manusia agar manusia tersebut bisa bertahan hidup.

Ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berketetapan tidak menyembah patung, mereka tidak hanya didorong oleh iman dan percayanya kepada Allah. Mereka memiliki motivasi yang kuat sehingga mereka mempunyai sebuah ketetapan.

Richard Denny dalam bukunya Sukses Memotivasi mengungkapkan, bahwa dasar bagi segala motivasi adalah harapan. Harapan, lanjutnya, adalah syarat awal agar seseorang dapat termotivasi.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memiliki harapan. Dan harapan itulah yang memotivasi mereka. Harapannya apa? Mereka memiliki Allah yang hidup. Allah yang sanggup melepaskan mereka dari nyala api.

Motivasi inilah yang kemudian mengokohkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjadi sosok yang menang. Dahsyatnya motivasi ini juga berdampak besar bagi orang lain, yakni Raja Nebukadnezar (Daniel 3:28-30).

Sebuah kecelakaan menimpa seorang ibu muda dan bayinya. Mobil yang dikemudikan ibu ini terbalik dan berhenti dalam posisi miring. Sang ibu terlempar keluar, sementara bayinya berada di dalam mobil persis di bagian sisi mobil yang miring. Ketika regu penolong sampai di tempat kejadian, sang ibu terlihat tersimpuh sambil mendekap bayinya yang tidak cedera. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan bahwa tulang belakang sang ibu retak. Hal ini bukan akibat terlemparnya sang ibu dari dalam mobil. Sang ibu menceritakan kejadian persisnya. Ibu yang berperawakan kecil ini berusaha membalikkan mobilnya ke posisi empat rodanya di bawah. Kemudian dengan susah payah mengeluarkan bayinya dari dalam mobil dengan menggunakan kedua kakinya. Dalam upaya mengeluarkan bayinya itulah tulang belakang sang ibu retak.

Dalam keadaan normal, tidak mungkin seorang ibu berperawakan kecil mampu melakukan hal itu. Benar sang ibu tidak memiliki kekuatan otot dan fisik. Tetapi dia memiliki kekuatan motivasi!

Daniel mendapatkan ancaman untuk dimasukkan ke dalam pemangsa paling agresif yakni singa yang kelaparan. Hukuman ini datang karena ketetapan hatinya untuk memuja Allah yang Maha Kuasa. Ketetapan hatinya inilah yang menjadi motivasi vital dalam hidup Daniel. Jangankan kehilangan fasilitas sehari-harinya. Nyawanya pun dipertaruhkannya.

Perlu menjadi perenungan kita. Sebab kebanyakan orang percaya, motivasi yang dimiliki hanya sampai pada hal yang seperti ini. Allah yang menolong. Allah yang memberkati. Allah yang membela. Dan lain sebagainya. Tetapi motivasi dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak hanya membara ketika dia sedang menantikan pertolongan. Seandainya Allah tidak menolong, toh mereka tetap memuja Allahnya!

Motivasi atau harapan seperti ini layak ada dalam hidup semua orang percaya. Tetap memuja dan mengasihi Allah, baik saat menerima pertolongan dan berkat maupun tidak. Untuk yang terakhir, bisakah Anda?

salomodt.blogspot.com

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form