line

Article

Allah Menyertai Kita

Dua minggu yang lalu saya mengambil cuti untuk pergi jalan-jalan ke Singapore berdua dengan sahabat saya. Seperti biasanya untuk apapun juga yang akan saya lakukan, ngga pernah lupa saya berdoa minta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Rencana perjalanan ini sudah kurang lebih hampir dua bulan sebelumnya saya rencanakan. Jadi sejak saat itulah rencana-rencana kami ini, saya bawa dalam doa. Ada banyak hal yang terjadi sepanjang perjalanan liburan ini yang sama sekali bertolak belakang dengan setiap permohonan doa yang saya panjatkan. Bukan hanya permohonan saya yang tidak dijawab, sahabat saya pun mengalami hal yang serupa.

Dua hal utama yang menjadi pokok doa kami adalah agar pesawat tidak mengalami delay dan saya tidak mengalami muntah selama dalam perjalanan dengan pesawat terbang dan kapal feri. Entah mengapa, kedua hal utama dari permohonan kami ini ngga dijawab iya oleh Tuhan. Tiba di bandara udara jauh sebelum waktu keberangkatan yang telah ditentukan ternyata akhirnya kami harus menerima kenyataan pahit bahwa penerbangan di delay selama waktu yang tidak bisa ditentukan. Agak kesal mendengar kabar tersebut, saya berusaha untuk menenangkan hati saya. Berkali-kali saya berkata di dalam hati bahwa Allah adalah Immanuel bagi saya. Dia menyertai saya, dan ngga ada yang lebih indah dari kebenaran tersebut. Apapun juga yang saya hadapi, saat itu juga, Dia menyertai saya. Sahabat saya juga bilang kalau Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang percaya dan terpanggil sesuai rencanaNya. Jadilah pada saat itu, kami saling menguatkan dengan firman Tuhan. Akhirnya kepastian pun kami terima bahwa pesawat akan berangkat pukul 10:20 dan itu berarti hampir 5 jam waktu terbuang dengan sia-sia.

Selama dalam masa penantian, kami saling bertukar pikiran dan curhat. Karena kami berdua membawa buku notes kecil maka tanpa panjang lebar kami pun saling bertukar notes dan saling menuliskan apa saja yang kami rasakan selama masa penantian tersebut. Entah mengapa saya pribadi sangat menikmati waktu penantian tersebut. Kok bisa ya ? karena saya ngga sendirian, ada sahabat baik saya yang bersama dengan saya. Banyak hal yang dapat kami lakukan bersama.

Jika saya renungkan lagi, seperti itulah perjalanan saya bersama dengan Tuhan. Sangat sering saya mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan di dalam hidup ini tetapi karena penyertaanNya sangat saya sadari maka saya dapat bertahan menghadapi setiap persoalan tersebut. FirmanNya menjadi kekuatan bagi saya. PenyertaanNya melewati batas ruang dan waktu meski ada saat dimana saya ngga bisa merasakan kehadiranNya. Tetapi inilah kebenarannya, bahwa Dia selalu menyertai saya.

Saya menikmati saat-saat panjang di ruang tunggu bandara bersama dengan sahabat saya. Karena saya sudah mengenalnya jauh sebelum saya ada bersama dengannya pada saat itu. Apalagi dengan Tuhan yang sudah kita kenal dan lebih dulu mengasihi kita bukankah seharusnya kita menikmati setiap perjalanan kita di dalam hidup ini lebih lagi ? selalu ada saat penantian dimana sepertinya waktu terbuang percuma karena kita pikir Tuhan ngga peduli. Bukan penantiannya yang penting tetapi dengan siapakah kita bersama pada saat-saat penantian itulah yang membuat kita kuat dan mampu keluar dari setiap kesulitan dan persoalan yang hadir di dalam kehidupan ini.
(Mat 1 : 23b , “ Dia Imanuel- yang berarti : Allah menyertai kita. “)

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form