line

Article

Allah Mau Menggendongku Terus

Seorang teman pernah mengadu kepada saya, Aduh, gue masih single nih. Gimana hidup gue nanti ya kalau sampai nggak menikah ?  Kalau sudah tua, siapa yang akan menjaga gue ? Apa gue akan menjadi tua dan kesepian ?   Jujur saja, perkataannya mengenai hal ini membuat saya jadi berpikir serius tentang hidup di masa depan. Benar juga omongannya, gue juga masih single, gimana hidup gue nanti ?   Wah, sepanjang hari itu, pikiran saya jadi diganggu dengan masalah ini. Tuhan Yesus, tolong aku!

Jumat malam seperti biasa, pulang kerja langsung ke gereja untuk mengikuti FA ( Family Altar ). Entah kebetulan atau tidak, kak Maxine dan suaminya pun hadir malam itu. Sudah lama tidak bertemu dengan pasangan suami-isteri ini, rasanya kangen juga. Mereka adalah keluarga yang mengasihi Tuhan dan hidup dipimpin oleh-Nya. Tampak jelas kalau mereka adalah pasangan yang harmonis. Mereka secara tidak langsung mempengaruhi cara berpikir saya dan memberikan satu gambaran yang baik mengenai keluarga.

Berbeda sekali dengan kisah yang saya dengar dari seorang hamba Tuhan mengenai kehidupan pernikahannya. Ketika menikah, suaminya bukan orang percaya, selama 16 tahun beliau mendoakan suaminya agar mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Sebelum suaminya bertobat, ia mengalami penganiayaan secara mental dan fisik. Puji Tuhan, ibu ini sangat mengandalkan Tuhan ( baca : hidupnya dipenuhi hadirat Tuhan dan tidak pernah jauh dariNya  ), tidak pernah jemu berdoa bagi suaminya. Pada akhirnya sang suami menjadi hamba Tuhan  dan hidup pernikahan mereka dipulihkan setelah masa penantian yang lama dan berliku . Saat ini ketika suaminya telah kembali ke rumah Bapa, ibu ini semakin dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Menurut beliau sendiri, apa yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, Tuhan berikan semuanya. Ia yang tadinya hanya ibu rumah tangga biasa dan tidak bisa apa-apa (selain mengandalkan Tuhan saja ), semakin bertambah usia, beliau semakin berbuah lebat  ( baca : menjadi penginjil dan penulis buku ).

Sebenarnya ada banyak orang yang Tuhan pakai untuk mengajarkan kepada saya mengenai gambaran keluarga. Ada yang indah dan ada yang buruk. Dua kisah diatas hanya sedikit dari banyak kisah yang pernah saya dengar mengenai  keluarga . Tetapi kali ini, Tuhan mengajar saya untuk melihat siapa Dia di dalam hidup seorang manusia.

Dari keluarga kak Maxine, Tuhan mengajarkan saya tentang keluarga yang DIA maksudkan untuk manusia. Suami dan isteri saling mengasihi dan menghormati. Mereka berdua menjalankan fungsi suami dan isteri sesuai dengan firman-Nya. Suami mengasihi isteri dan isteri tunduk pada suaminya. Seperti gambaran Kristus dengan mempelai-Nya. Keluarga ada untuk memultiplikasi gambar Allah dan menurut saya pribadi  adalah gambaran yang sangat sempurna. Tuhan Yesus yang menjadi dasar hidup pernikahan dan Ia yang adalah kasih itu, mengikat dan menyempurnakan kehidupan suami dan isteri. Sedangkan keluarga hamba Tuhan itu adalah kebalikan dari gambar Tuhan yang indah mengenai hidup berkeluarga.

Dua gambaran yang sangat nyata bertolak belakang dan memberi pengaruh terhadap saya pribadi. Mari kita simak apa yang bisa kita pelajari dari kedua keluarga di atas. Ternyata kita, manusia hanya bisa dipuaskan di dalam Tuhan yang menciptakan kita. Kak Maxine dan suaminya adalah pribadi yang mengasihi Tuhan, walaupun mereka menikah, tidak mengurangi keutuhan pribadi mereka sebagai individual. Mereka dipuaskan oleh hadirat Tuhan dalam hidup pribadi dan hidup pernikahan mereka. Seluruh potensi dan fungsi yang Tuhan taruh di dalam hidup mereka sebagai suami dan isteri dapat berjalan dengan maksimal karena mereka ada di dalam Tuhan. Seandainya salah satu dari mereka tidak tetap tinggal di dalam DIA maka rasa sepi, khawatir atau ketakutan ( jika ) hidup sendirian pasti akan merangkak masuk.

Hamba Tuhan yang saya sebutkan diatas tadi juga seorang yang utuh di dalam Tuhan. Meskipun beliau tidak bahagia sebagai isteri tetapi sebagai manusia yang mengasihi dan dikasihi Tuhan membuat hidupnya  penuh, buktinya ia bisa menjadi berkat bagi orang lain. Rasa kasih yang besar pada Tuhan dan hidup bersandar sepenuhnya pada Tuhan membuatnya kuat dan semakin berbuah lebat ketika usianya juga bertambah. Ia tidak kesepian atau khawatir atau takut. Tuhanlah yang menjaga, menyertai dan memberkati kehidupannya. Manusia tidak bisa memuaskan manusia lain.

Melihat dan merenungkan apa yang Tuhan buat untuk orang-orang yang mengasihi-Nya membuat saya mengerti bahwa rasa khawatir yang timbul karena saya masih single, sama sekali tidak beralasan. Seharusnya saya bersyukur karena saya dimiliki oleh-Nya. DIA, Tuhan yang mengasihi saya dan menjaga saya dengan sangat baik. Masa depan saya ada dalam rencana-Nya dan tangan kanan-Nya yang memegang saya. Bagaimana mungkin saya bisa membiarkan pikiran saya kacau balau dan ketakutan. Tuhanlah yang menciptakan saya dan pasti DIA tahu apa yang terbaik buat saya. Sudah menikah atau belum, DIA tetap mengasihi saya. Firman-Nya di dalam Yesaya 46 : 4  sangat jelas menyatakan hal ini : Sampai masa tuamu Aku tetap DIA dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Jika Tuhan sendiri yang membuat hari-hari kita penuh dengan hadirat-Nya dan sukacita-Nya, bagaimana mungkin kita bisa merasa kesepian lagi ?

Tuhan Yesus memberkati.

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form